Arsih mengangkat tangannya, menandakan Casey harus menghentikan kalimatnya. Dadanya terasa semakin sesak mendengar kalimat manis sang mantan. Di satu sisi, ingin rasanya dia berlari kearah sang kekasih dan memeluk erat. Tak rela jika pria yang telah di pacarinya pergi begitu saja kepada wanita lain. Di sisi lain, hatinya tak bisa memaafkan perbutan sang mantan kekasih yang telah tega menghianatinya dengan kejam dan berpura-pura bahwa selama ini baik-baik saja dengan gaya pacarannya normal ala Arsih. " Casey, Casey. Stop! Berhenti membahas masa lalu..." Dada Arsih terasa sesak, lututnya mulai bergetar. Kerongkongannya terasa kering. Kalimatnya tercekat di tenggorokan. " Casey. Kau sudah dewasa, dan kau sadar dengan baik, apa yang telah kau lakukan adalah salah, dan aku tahu kau melaku

