Sok perhatian!

1506 Kata

" Sudahlah, berhenti bersikeras, tanpaku kau akan terus di hantui bayang-bayang yang hanya akan membuatmu terjatuh dan semakin terpuruk, jadi jangan melawan apalagi sok menolak…” Bisik Sean membuat Arsih mengibaskan tangan Sean. “ Sok perhatian! Sana menjauh…” Ucap Arsih lagi. Menyadari Arsih akan kembali bekerja keras, akhirnya Sean mengalah dan beranjak dari tempat tidur kecil yang selalu menjadi rebutan keduanya. Daritadi kek, ni gak, mesti banget debat ma ni orang! Arsih tersenyum mengetahui Sean bangkit dari tempat tidur dan berjalan menuju ruang tamu dimana disana tersedia sofa bed. Arsih, kau seharusnya menyadari jika interaksimu dengan pria ini sudah kelewat batas, bahkan bibirmu sudah menyentuh bibir pria itu, arkghh…pria itu sudah membuatku tak waras, sungguh! Akhirnya Ar

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN