Salam perpisahan

1419 Kata

Sedangkan Sean yang masih berada di kamar kost Arsih, siang itu terbangun, karena perutnya merasa lapar, dia melihat bekas sarapannya pagi diatas nakas. Sean tersenyum bahagia mengingat gadis itu tak sepenuhnya membenci dirinya, terbukti dari kepedulian Arsih kepadanya dengan membuatkannya sarapan, Sean yang sebelumnya tak pernah memakan sarapan sereal sejak bersama Arsih dirinya dua hari telah menikmati sarapan product dari perusahaan miliknya. Akhirnya Sean kembali memanaskan air dan membuat sereal milik Arsih sebagai pengganjal perut, Sean merasa bosan menunggu kepulangan Arsih sepulang kerja. Akhirnya dia mencari kegiatan di kamar itu dengan memeriksa barang-barang milik Arsih. Sean sengaja tak mau meninggalkan kost Arsih saat ini, karena dia merasa jika dia melangkahkan kaki meni

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN