Sad Day in Office

1448 Kata

“Jawab yang bener! Ngomong ama calon suami yang sopan. Seorang istri harus tunduk pada suaminya…” gertak sang ibu pelan, tapi tentu saja terdengar oleh Sean di seberang, karena sang ibu berbisik tepat di telinga Arsih, telinga tempatnya menempelkan ponsel. “Mosok ngomong ama calon suami kaya ngomong sama musuh!” Arsih menoleh kearah sang ibu dan membelalakkan matanya, lalu menjauhkan ponselnya. “Ibuu...jangan ngomong sembarangan...” Arsih berdiri menjauh dari sang ibu, dan kembali menempelkan ponsel ke telinganya sembari memejamkan matanya. ‘Ibuu...kenapa ngelantur gitu? Bahas pernikahan aku sama Sean, bisa ketawa nyamuk yang lagi ngumpet.’ “Satu bulan ini, aku dinas luar ya, Ar. Jadi gak bisa kesana. Bukan berarti aku pergi dengan wanita lain, aku pergi untuk bekerja dan membantu aya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN