“Dengan Bu Arsih, ya?” tanya sang kurir melihat Arsih menunduk seolah menyembunyikan wajahnya. “ Tolong di terima dulu, Bu. Kiriman bunganya...” Arsih mendongak dan menatap bucket bunga di tangan sang bapak kurir yang telah di sodorkan kearahnya. Sontak saja dia sedikit terkejut mendapat bucket bunga indah dnegan aroma semerbak, karena dirinya tidak merasa memesan. Terlebih, dia meraa bukan dirinya si penerima pesanan itu. Dengan wajah bingung dan salah tingkah dia menjawab. “Hah? Saya. Yakin gak salah kirim, pak? Saya gak ada pesen bunga loh...” ucap Arsih pelan. “Cieee...cieee ada yang kirimin bunga Bu Arsih diem-diem niyeh...gebetan baru bu? Kenalin donk bu.. siapa tau dianya punya temen yang jomblo..” celetuk salah seorang staff di ruangan itu, di sambut sorak sorai staff lainnya

