Seaan!!

1334 Kata

Arsih membuka ponselnya dan membaca pesan dimana Sean mengiriminya lokasi terkini dirinya berada. Arsih mengerutkan dahi sejenak, lalu menggoyang-goyangkan ponselnya dengan panik. "Aduuuh... ini jaringaku kenapa sih?" Arsih memelototi ponselnya. Lalu tangannya meraih kunci mobil. Arsih berjalan menuju pintu utama kamar kost miliknya. Dia masih menggoyang-goyangkan ponselnya dengan wajah panik. "Ku, mohon bertahanlah Sean. Jangan tinggalkan pergi dulu...aku masih belum siap kehilangan mahluk sepertimu..." Arsih mengusap ingusnya, sembari membuka pintu dengan tangan gemetar. Ketakutan menyelimuti hatinya, kehilangan orang yang tergolong dekat dengannya untuk selama-lamanya karena sebuah kecelakaan cukup membuat dirinya trauma. "Ya, Allah! Izinkan aku bersamanya untuk waktu yang lebih

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN