"Susah, ya, Pa?" Kakek Danu menoleh, masih di ruang tamu kediaman anaknya. Dan yang duduk itu adalah papa Elang, putra Danu. "Mereka saling jatuh cinta. Agak sulit untuk membuat salah satunya mengikuti kehendak kita," imbuh papa Elang. Tak lama istrinya muncul dan ikut bergabung. Mama Elang duduk di sebelah suami. Si mbok menyusul, menyuguhkan air minum teman ngobrol mereka. Sementara, minuman Kakek Danu masih ada. Terdengar helaan napas orang tua dari arah Kakek Danu. “Papa masih nggak setuju Elang menikah dengan Ava,” ucap Kakek Danu. Papa Elang mengangguk pelan. “Kami tahu, Pa.” Mama Elang menyimak. Menyesap minumannya dengan gerak anggun khas istri old money. Kakek Danu bicara lagi. “Alasannya jelas. Dan kalian tahu itu. Ava ini putri Aradhana.” Mama Elang meletakkan gelas tad

