69 | Ingin Menangis

1313 Kata

"Ava, duduk." Nama Ava yang disebut. Baru masuk rumah. Ava sontak melirik pria di sisinya, sang suami. Dan ini adalah cucu dari Danuarta, lelaki tua di sofa yang meminta Ava duduk tadi. "Kakek—" "Kamu juga duduk kalau memang ingin tahu," pangkas Kakek Danu, menatap Elang. Baik, Ava dan Elang duduk. Tadinya Elang mau bilang bahwa bicaranya nanti saja. Ava habis dari pemakaman dan suasana hatinya sedang tidak baik. Sebagai suami dan pria yang mencintai Ava, Elang tak ingin istrinya mendapat beban baru. Elang rasa Kakek Danu bisa menambah beban itu ke Ava. Namun, sorot mata dan senyum Ava terulas kepada Elang seolah berkata bahwa dia baik-baik saja. “Ava,” kata Kakek Danu setelah semua duduk. Sorot mata tertuju di cucu menantunya. Tak seperti tutur kata yang diucap tenang, tatapannya t

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN