"Ayo kita transaksi, Kek." Elang mengiris daging sapi premium sebelum memasukkannya ke mulut. Makan malam kali ini dengan steak—khusus untuknya, sementara kakek hanya dengan sup panas. "Tidak ada yang Kakek inginkan selain kamu menikah dengan wanita yang Kakek tentukan." "Oh, ya? Gimana kalau Elang membesarkan nama Diamond Dreams ... apa nanti akan jadi pesaing, musuh, atau bagian dari Luxora—ya, tergantung dengan transaksi kita hari ini." Elang yakin kakek paham maksudnya. Ada kekehan kecil di pria tua itu. "Musuh?" "Jangan lihat dari sisi Luxora adalah perusahaan raksasa, sedangkan Diamond Dreams sebaliknya. Selagi Elang yang pimpin, segala yang Kakek pikir lucu dan tidak mungkin bisa jadi sangat mengancam nanti. Kakek tahu Luxora jadi sebesar sekarang sejak di generasi siapa, kan?"

