53 | Lamaran

1207 Kata

"Bapak manggil saya?" Karena masih di kantor, otomatis Ava menjaga profesionalismenya kepada Elang. Tampak lelaki tiga puluh lima tahunan itu—malah sepertinya mau nanjak ke tiga puluh enam—meletakkan kacamata baca di meja. "Ya, duduklah." Begitu katanya. Mempersilakan Ava. Ada apa, ya? Apa ini berkaitan dengan urusan pekerjaan atau masalah pribadi? Tapi, kan, sudah saling sepakat untuk membahas hal-hal kantor saja jikalau di sini. Elang tampak menghubungi seseorang dulu. Jadi, Ava diminta menunggu. Yeah, tahu begini, Ava ke kantin dulu saja tadi—makan. Kan, sudah masuk jam istirahat. Elang me-notice Ava di grup kantor memang, disuruh ke ruangannya saat jam istirahat tiba. Grup besar, lho. Seluruh karyawan Diamond Dreams ada di sana. Pasti Ava jadi topik pembahasan orang-orang kini,

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN