Extra Part 4: Kumat

1819 Kata

"Ya Tuhan! Gue dikasih cokelat sama Kak Panji! Mimpi apa semalam? Kyaaa!" "Eh, eh, Guys! Chat gue juga dibales!" "Fuckk! Dia ngajak ena-ena!" Dan seperti itu, masih banyak lagi keributan yang terjadi hari ini di sekolah. Hanya gara-gara Panji Kusuma yang panas melihat Haikal Wijaya versus Syera gandengan. Padahal Panji sudah nyinyir di depan kelas, tapi Syera tetap saja tidak peka. Di kantin, Bagas dan Angga cekikikan ngorek-ngorek ponsel Panji. Mereka ini, nih, yang membuat geger adik kelas dengan menggunakan ponsel itu. Mengorek sekalian membajak. Sahabat kampret memang! Panji menghela napas. "Sebenernya gue kurang apa, sih?" celetuk Panji, sukses mengalihkan dunia Bagas dan Angga. "Lo sehat?" komentar pedas Bagas lontarkan. "Udah perfect, justru lo terlalu banyak kelebihan. Si J

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN