63 | Terbawa Arus

1105 Kata

Ava mengambil tempat di ranjang, duduk bersandar pada dashboard. Elang mengikuti. Hanya duduk-duduk biasa. Ava meletakkan kepalanya di bahu Elang, lalu dia peluk lengan kekar itu. "Vibes-nya beda, ya, Mas?" gumam Ava. "Setelah menikah dan belum. Begini rasanya jadi lebih tenang." "Memang sebelum menikah nggak tenang?" Elang menjawab dengan nada rendah, menoleh menatap Ava dan yang terlihat hanya pucuk kepala. "Jujur, nggak." "Nggaknya kenapa?" "Ya, suka kepikiran. Kita, kan, diemnya di kamar. Berdua. Orang dewasa. Nempel gini ... Mas Elang bakal ngapa-ngapain gak, ya? Belum afdal kalau belum nikah, kan? Soalnya kurang lazim." Panjang kali lebar Ava menjelaskan. Elang senyum penuh arti sambil meraih dagu Ava dan didongakkannya wajah gadis itu. "Sekarang sudah lazim, ya?" Ava mengul

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN