Bab 34

1018 Kata

Dirga terdiam kala mendapatkan pelukan erat dari istrinya, sampai beberapa detik pria itu mengusap lembut punggung sang istri. Dirga tidak bisa benar-benar marah dengan Nisa, dia memang merasa kecewa karena istrinya masih memberikan perhatian pada Rayyan, tetapi semua harus dia Terima karena sudah memaksakan kehendak. “Istriku lagi kenapa?" Dirga berucap dengan lembut. Nisa menggelengkan kepalanya. “Bang, maafin aku." Ucapnya pelan. Dirga menautkan kedua alisnya. “Maaf untuk apa, sayang?" Pria itu selalu saja bisa membuat hati Nisa menghangat hanya dengan panggilan 'sayang' “Sayang, kam.. " Kalimat Dirga terhenti kala Nisa membungkamnya dengan bibir mungilnya, sampai beberapa detik kemudian, kecupan itu berubah menjadi lumatan kecil. Belum hilang keterkejutan Dirga, terhada

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN