Tidak terasa pernikahan kedua Nisa sudah berjalan selama dua bulan, selama itu juga Dirga belum pernah menyentuhnya, hanya mencium kening dan tangan saja. Bukan Dirga yang tidak normal, tetapi mulut dan tubuh Nisa tidak memberikan respon yang nyata. Ketika dirinya menawarkan kewajibannya, tetapi saat Dirga hendak melakukannya, tubuh Nisa selalu gemetar hebat, memberikan penolakan. Dirga tidak marah ataupun menghindarinya, pria itu masih seperti biasanya, malah semakin romantis dengan kata-kata rayuannya. “Jangan sampai kamu kehilangan orang yang benar-benar tulus mencintaimu, Nisa." Celetuk Tuan George, dia tidak sengaja mendengar pembicaraan istri dan putrinya. Annisa menoleh sedikit terkejut akan kehadiran sang Ayah, dia bersama Bunda Azha tengah membicarakan hubungannya dengan D

