Bab 80

1680 Kata

“Innalillahi, Gus apa yang terjadi?" Pagi-pagi Dirga dan Nisa kembali ke pedalaman, mereka yang awalnya ingin mengurus sesuatu untuk Ghaffi di kota, segera kembali setelah mendengar pesantren kebakaran. Rayyan menggelengkan kepalanya, memang apa lagi kalau bukan musibah yang sudah menjadi takdirnya. “Namanya juga musibah, tidak tau kapan datanya, mungkin karena korsleting listrik yang.. " “Musibah datang karena mereka, Abi gak perlu basa-basi lagi." Sela Ghaffi bicara ketus sembari melirik Dirga. “Mas.. " Tegur Rayyan menggeleng pelan. Ghaffi memutar bola matanya malas. “Iya Abi, kita harus ikhlas sekalipun nyawa kita yang jadi taruhan." Ucap Ghaffi tersenyum yang dipaksakan. Dirga memandang puing-puing yang sudah hangus, tidak ada yang tersisa sedikit pun. “Gus, rencananya mau

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN