“Assalamualaikum." Dirga membuka pintu rumahnya dan mengucapkan salam, ikuti oleh sang istri yang menggendong bayinya. Dirga meletakkan tas bawaannya, lalu membawa sang istri ke kamar bayi mereka. Setelah menidurkannya, Dirga tidak henti-hentinya menatap kagum bayi mungil itu. “Kamu tunggu disini, biar Abang siapkan makan siang untukmu." Ucapnya, Nisa menganggukkan kepalanya. Dirga begitu perhatian padanya dan menjalankan peran sebagai suami siaga. Selama dia menyiapkan makanan, Dirga juga meminta mbak untuk membersihkan kamar Ghaffi, entah esok atau lusa, putra sulungnya akan tiba di Indonesia. Rasanya sangat tidak sabar, ingin segera bertemu pada bocah yang sudah menjadi belahan jiwanya itu. Tangisan bayi mulai terdengar di rumah yang tidak begitu besar dan juga tidak bisa di bil

