Di Mansion megah milik Tuan George, pagi-pagi sudah kedatangan menantu dan putrinya, serta tidak tertinggal Aisyah juga ikut serta. Tuan George berjalan dengan tegak menurunu anak tangga satu persatu, tatapannya yang tajam dengan wajah yang begitu tegas, sangat mendominasi. Wajah pria tampan itu, hampir tidak pernah ada lagi tersenyum, namun air mukanya berubah ketika melihat putrinya. “Annisa" Panggilnya, Wanita bercadar itu menoleh sembari mengembangkan senyumnya di balik cadar. “Papa!!" Masih manja seperti dulu, kekecewaan itu hanya omong kosong, nyatanya setiap bertemu Nisa akan memeluk Ayahnya bak anak kecil. Tuan George menyambutnya dengan merentangkan kedua tangannya. Wajah datar itu nampak guratan di sudut bibirnya. Tatapan mata tajam itu teralih pada gadis muda yang se

