Bab 53

1011 Kata

Tidak ada hal yang menyakitkan selain ucapan kekecewaan dari ketiga anaknya. Bunda Azha duduk termenung di atas sajadah dalam kegelapan malam. Air mata menjadi saksi atas penyesalannya, ke egoisannya. Tidak ada yang dia dapatkan atas perbuatannya itu, selain menghancurkan untuk dirinya sendiri. Kedua tangannya mengadah memohon ampun atas segala ke khilafannya. Bunda Azha juga meminta agar semua kembali seperti semula tanpa adanya drama seperti apa yang dia lakukan. Dia juga baru menyadari jika perhatiannya pada Citra sangat berlebihan, mengabaikan suami dan juga perasaan anak-anaknya. Selain itu Bunda Azha juga sangat merasa berdosa pada Ummi Fatimah, iya, dia belum meminta maaf pada wanita itu. “Astaghfirullahalazim. Maaf Fatimah.. maafkan aku." Gumamnya pelan, sembari menutup w

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN