“Apa yang kau lakukan Azha?" Deg Tubuh Bunda Azha membeku dengan jantung yang berdetak kencang, suara yang sangat familiar itu terdengar jelas di telinganya. Wanita cantik nan anggun itu membalik tubuhnya dan benar saja. “Papa.." Gumamnya pelan. Dengan langkah lebarnya, Tuan George menghampiri istri dan mantan besannya. Tatapan tajamnya menusuk jantung wanita itu. “Papa, apa yang Papa lakukan di sini?" Suaranya bergetar dan menahan tangis dengan d**a yang terasa sesak. Apa yang sedang suaminya lakukan di Kairo, mereka tidak memiliki bisnis di tempat ini. Kalaupun mereka membuka cabang lagi, kenapa tidak memberitahunya. Atau mungkin bukan urusan bisnis, tetapi datang untuk.. Bunda Azha menggelengkan kepalanya, lalu pandangannya beralih pada Ummi Fatimah yang duduk tenang seaka

