Bab 77

1517 Kata

”Bun, jangan bawa banyak barang, kita bisa membelinya di sana." Ucap Kainan menjatuhkan bokongnya di sofa kamar Ibu nya. Nisa hanya tersenyum, dia kembali menata pakaian khusus remaja ke dalam koper besar. Entah berapa banyak uang yang Nisa habiskan hari ini. Meskipun bisa membeli di Kalbar, tetap saja Nisa ingin membawa lebih banyak dari Jakarta. Berbagai merek dari brand ternama Nisa angkut semua. “Kita bukan mau pindah loh Bun, kok bawaannya banyak banget." Dirga baru saja keluar dari kamar mandi sembari mengusap rambutnya yang basah. “Ini semua untuk Mas Ghaffi, pasti dia seneng." Jawabnya, membayangkan bagaimana wajah bahagia sang putra. Dirga menggelengkan kepalanya, membiarkan istrinya kembali menata pakaian itu. Hari ini mereka akan datang berkunjung, entah bagaimana hasi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN