Bab 78

1642 Kata

Nisa tidak bisa berkata-kata ketika mendengar ucapan Ghaffi. Sementara Dirga dan Rayyan menghela nafas panjang. “Itu Bunda kamu yang pernah Abi ceritakan." Ujar Rayyan sembari mengusap bahu putranya. Ghaffi tidak menunjukkan ekspresi apapun, wajah datar dengan tatapan yang sulit untuk di artikan. “Cerita sama kenyataannya tidak sama, Abi suka banget ngarang cerita." Sembari terkekeh pelan, guyonan ringan itu mampu membuat Nisa semakin menundukkan pandangannya. Selain tidak mengingat nya, Ghaffi juga sepertinya membenci dirinya, terbukti dari setiap kalimat yang keluar dari bibir remaja itu. “Mas, Abi tidak pernah ngajarin kamu bicara gak sopan kayak gitu, Ini Bunda Nisa dan Ayah Dirga, meskipun kamu tidak mengingat, jangan bicara seperti itu." Tegur Rayyan. Ghaffi menaikan sebe

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN