Bab 86

1566 Kata

Nisa dan Dirga bak pasangan pengantin baru, tidak ada Kai yang menganggu, mereka berdua bisa tidur berpelukan sampai subuh, tidak ada yang menggedor-gedor pintu kamar mereka di setiap pagi. Selama satu tahun ini, benar-benar membuat keduanya bisa duduk santai, tanpa harus datang setiap hari ke sekolah hanya untuk mengatasi masalah yang Kai buat. Saingan Nisa saat ini bukan lagi anak-anak ataupun wanita lain, tetapi yang menjadi saingannya adalah Rayyan. Suaminya semakin akrab, Cafe gabut pun semakin rame, dan uang hasil dari Cafe itu, masuk ke rekening anak-anak. Lihatlah, Dirga duduk bukan di sebelah istrinya, melainkan di sebelah Rayyan dan entah apa yang sedang mereka bicarakan. “Ini di sini, kayaknya aku loh yang jadi orang ketiganya." Nisa menggeleng pelan. Dirga dan Rayya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN