Bab 51

1025 Kata

Hari-hari sudah berlalu, semua berjalan sebagaimana mestinya. Sebagai manusia biasa hanya bisa berencana, bagaimana pun usahanya, kalau yang Kuasa tidak menghendaki maka tidak akan terjadi. Seperti halnya dengan pernikahan Kiai Rahmat dan Ummi Fatimah. Pria itu ingin mempertahankannya dan menebus segala kesalahannya. Namun pintu kesempatan kedua tidak ada lagi, Ummi Fatimah memaafkannya, mengikhlaskan apa yang sudah terjadi, tetapi tidak untuk kembali bersama. Sudah cukup belasan tahun menahan dan menanggung sendiri rasa sakit itu, memperjuangkan rumah tangga nya, sampai membuatnya di kenal sebagai Ibu mertua yang kejam. Pertahankan kesabaran itu runtuh kala Kiai Rahmat menikahkan Rayyan dengan Nisa. Hatinya semakin menggebu-gebu dan ingin membalasnya lewat menantu nya. Berhasil,

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN