Bab 186.

2011 Kata

Ketika akhirnya berdiri berhadapan dengan sosok kecil yang dalam tubuhnya mengalir darah suaminya, Tara tertegun. Setelah pertemuan terakhirnya dengan Rian, ini pertama kalinya Tara benar-benar memperhatikan wajah anak itu. Setiap detail wajah anak itu. Tarikan napas pelan, namun panjang wanita itu lakukan. Sekarang dia benar-benar bisa melihat kemiripan Rian dengan suaminya. Tara menelan saliva susah payah. "Salim dulu sama mami Tara." Suara Arga membuat bola mata Tara bergerak meninggalkan wajah Rian, beralih pada wajah suaminya. Arga berdiri di belakang Rian. Dua tangan pria itu menahan tubuh Rian agar anak itu tidak berlarian. Arga baru saja tiba kembali di apartemen setelah pergi menjemput Rian seperti permintaan istrinya. Arga melepas tubuh Rian setelah meminta sang putra untuk

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN