Bab 185.

1978 Kata

“Aku ingin bertemu Rian.” Dengan sepasang mata berair, Tara menatap sang suami. Tara bisa melihat perubahan ekspresi wajah suaminya. Terlihat sekali Arga terkejut mendengar apa yang baru saja ia sampaikan. Entah mengapa kali ini Tara merasa lega setelah mengatakan empat kalimat itu. Bukan kalimat sembarangan yang bisa ia ungkapkan. Selama beberapa bulan terakhir, tidak pernah sedikitpun terbesit ia akan mengatakan kalimat itu. Tidak dalam hitungan bulan setelah hatinya terasa seperti tercabik-cabik oleh kehadiran orang dari masa lalu suaminya. Sepasang bibir wanita itu terbelah sedikit. Hembusan napas panjang lolos. Tara belum mengalihkan pandangan mata dari sang suami yang masih diam. Sama dengan Arga yang terkejut mendengar keinginan Tara, pun dengan Rose. Demi menjaga perasaan Tara,

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN