Ceraikan Aku!

1189 Kata

Klik! Pintu tertutup rapat. Suara langkah kaki Jenna dan Amora perlahan menjauh menyusuri koridor. Bening berdiri kaku di tengah ruangan dengan tangan mengepal erat. Galang masih berdiri beberapa langkah darinya, wajah pucat, mata menatap istrinya dengan tatapan khawatir dan bersalah. Hening. Galang akhirnya membuka mulut, hendak berkata sesuatu. "Bening, aku—" Tapi Bening mengangkat tangan, memberi isyarat agar Galang diam. Wajahnya masih pucat, matanya berkaca-kaca, tapi ada sesuatu yang berbeda dalam tatapannya. Bukan marah. Bukan sedih. Tapi... tenang yang menyeramkan. Bening berbalik, melangkah ke arah meja kerja Galang. Dia meraih kotak makan berlapis tiga yang tadi dia bawa—kotak yang dia isi dengan penuh harapan, dengan cinta, dengan usaha keras belajar dari Bunda Amy. Ga

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN