Spesial Episode 4

1937 Kata

Setelah kesalahpahaman kami selama bertahun-tahun akhirnya terselesaikan, kami mulai menyusun rencana memiliki anak. Tapi rupanya tidak semudah yang kami pikirkan. Kesibukan kami membuat kami berdua kelelahan setiap malam dan berujung tidur. Wajah Regarta terlihat sangat kesal setiap pagi. Hal itu seperti memberitahuku sebesar apa keinginannya untuk memiliki anak. “Jangan cemberut gitu nanti gantengnya ilang.” Godaku kemudian mengecup pipinya dan menghindar ketika dia hendak menangkap tanganku. Akhirnya sebuah senyuman terukir manis di bibirnya. “Udah tahu kita nggak ada waktu buat itu, kamu malah godain aku terus.” Gerutunya. Aku terkekeh sambil membawakan sepiring nasi goreng untuknya. “Semuanya kan ada tahapannya mas. Yang penting kan aku udah lepas kontrasepsi dan kita juga udah p

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN