Semuanya terasa begitu cepat dan tiba-tiba saja aku sudah ada di Pesawat menuju Singapore. Aku butuh menenangkan diriku dan aku ingin sendirian sebentar sambil meredam emosiku. Aku butuh berpikir jernih untuk mencerna masalah ini dan menentukan langkah apa yang akan aku ambil. Tapi yang jelas langkahku bukan untuk berpisah dengan Regarta. Dia menjebakku dalam pernikahan ini maka aku akan membuatnya terjebak bersamaku selamanya tanpa ada kesempatan untuk berhubungan lagi dengan Sarah atau wanita lain. Dia pikir hanya dia saja yang bisa kejam? Aku bisa lebih kejam tergantung bagaimana orang memperlakukanku. Sesampainya di Singapore aku langsung menuju ke hotel yang sebelumnya sudah aku pesan. Hotel paling mahal di sini. Setelah selesai kuliah, aku bahkan belum sempat memanjakan diriku send

