Semuanya berantakan. Mungkin ini adalah pembalasan karena aku menyakiti istriku berkali-kali. Aku di hancurkan dari segala sisi dengan begitu hebatnya. Nenek selalu mengatakan bahwa rahasia keberhasilan suami adalah karena doa dan kebahagiaan istrinya. Tapi yang aku lakukan adalah terus-terusan menyakiti Wendy. Mungkin karena alasan itulah, jalanku terasa begitu terjal dan berbatu. “Makan dulu yah Ga, Bunda suapin.” Ucap Bunda lembut. “Nenek mana Bund?” Aku balik bertanya karena tidak melihat Nenek Imel sejak tadi. “Nenek kamu nggak enak badan jadinya Bunda nggak bolehin datang ke sini.” Jawab Bunda sambil menyiapkan makananku. “Aku belum lapar Bun.” Tolakku. Bunda mendesah lelah. “Jangan di pikirn dulu masalah perusahaan dan perempuan iblis itu Ga. Kamu harus sehat dulu supaya bisa

