BAB 81. Ancaman Pembunuhan

1926 Kata

Aku mentertawakan kotak kecil berisi fotoku yang di tusuk pisau kecil dengan darah yang banyak sekali di hadapanku. Kotak itu berasal dari post Satpam, katanya di kirim oleh seorang kurir salah satu ekpedisi. Rupanya ada yang berusaha mengusikku lagi. “Rik, gue mau tahu sipa apengirim paket ini.” Ucapku mengirim pesa pada Riko. Perusahaan Ekspedisi yang mengirim pesan tadi adalah milik Rio, karena itu aku yakin dia bisa mengorek informasi di perusahaanya sendiri. “Sepuluh menit.” Jawabnya cepat seperti biasa. Setelah membalas pesan Riko, aku masuk ke ruang Meeting untuk menyambut beberapa manager baru yang aku ambil dari kantor pusat dan beberapa aku rekrut melalui penerimaan karyawan. Selain itu aku juga harus menjelaskan pada mereka tentang kinerja yang aku mau. Orang-orang di kantor

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN