Eh...Keceplosan

3212 Kata

Pria paruh baya bernama Erwindra itu tampaknya benar - benar sedang jatuh cinta lagi. Ada sesuatu yang berbeda dalam dirinya sejak mengenal Bu Anggita. Baru tiba di Medan, hal pertama yang ia lakukan bukanlah beristirahat atau mengurus pekerjaannya, melainkan mengabari perempuan itu. Dan malam ini, meski sudah sama - sama kelelahan dengan aktivitas masing - masing, mereka tetap menyempatkan diri untuk melakukan panggilan video, berbincang hingga kantuk datang menyela. Padahal sehari sebelumnya mereka sudah bertemu sesuai rencana. Sekitar pukul empat sore, Papa Windra menjemput Bu Anggita di sekolah tempat ia mengajar. Biasanya, ia hanya datang ke sekolah itu saat mengambil rapor Adel, tanpa ada alasan lain. Tapi kali ini berbeda. Ada alasan baru yang membuat langkahnya terasa ringan, yait

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN