Papa Windra dan Bu Anggita

3265 Kata

Sore itu di tempat lain, sebuah mobil Mercy berhenti perlahan di depan rumah bergaya lama dengan pagar besi yang tertutup rapat di kawasan Tanah Kusir. Senja sudah mulai merambat turun, warna oranye tipis masih bertahan di langit Jakarta yang setengah berawan. "Mau mampir dulu nggak, Pak?" tanya Anggita sambil menoleh ke pria di sampingnya. Suaranya terdengar ragu, tapi matanya berusaha tetap tenang, ini tawaran basa - basi. Belum tahu, sebenarnya Anggita ini menawarkan dengan tulus atau supaya dibilang cewek tidak tahu berterima kasih.. Papa Windra menoleh, sejenak terdiam sebelum menjawab. "Ada siapa di rumah?" "Cuma ada Ibu saya sama pembantu," jawab Anggita pelan, sambil meremas jemari di pangkuannya. "Ya boleh," sahut Papa Windra akhirnya, dengan nada datar tapi tidak menolak. "S

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN