Tercapai

1640 Kata

Setelah penerbangan malam yang cukup melelahkan, akhirnya Disti dan Dharren tiba juga di Tokyo. Udara musim gugur langsung menyapa mereka, sekitar 18°C, cukup sejuk bagi Disti yang belum melewati trimester pertama kehamilannya. Begitu keluar dari bandara, Dharren merapatkan coat ke tubuh istrinya sambil menggenggam erat tangannya. "Udara Tokyo beda ya, sejuknya enak," gumam Dharren. Disti hanya tersenyum, walau wajahnya masih agak pucat. Mobil yang dipesan Daren sudah menunggu mereka, Jadi begitu keluar dari terminal kedatangan mereka langsung disambut, dan dengan cepat pula meninggalkan bandara. Kini sudah tengah malam di Tokyo, ada perbedaan waktu 2 jam dengan Jakarta. Sesampainya di hotel kawasan Shinjuku, mereka memilih untuk bebersih dan mengganti pakaian lalu istirahat. Disti sem

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN