Pagi itu langit Jakarta masih sedikit berembun ketika Dhannis tiba lebih awal di Rumah Sakit Royal. Ia memilih untuk sarapan di kafetaria rumah sakit daripada di rumah., Eyang Nino dan yangti Sarah ikut ke Bandung bersama Papa Mamanya hari minggu yang lalu, dan suasana rumah yang sehari-harinya biasanya sudah sepi menjadi tambah sepi lagi. Benar-benar tidak menimbulkan selera makan. Kini Dhannis duduk di salah satu sudut kafetaria yang cukup sepi. Sepiring nasi goreng ayam lengkap dengan telur mata sapi mengepul hangat di hadapannya. Di sampingnya, segelas Air putih hangat. Di tangan kirinya, ia menggenggam ponselnya yang kini sedang tersambung dalam saluran video call dengan Ina. "Berat banget sarapan kamu," terdengar suara Ina mengomentari sarapan Dhannis. Wajah Ina muncul dengan latar

