Kamu Hebat!

3058 Kata

Malam itu, suasana ruangan ICU rasanya tidak lagi sepekat biasanya. Suara mesin monitor masih berdenting ritmis, namun ada tanda - tanda baru yang membuat semua orang di dalam ruangan sedikit lega. Kelopak mata Disti mulai bergerak, memang masih samar - samar seperti berusaha menolak kegelapan yang membelenggunya selama beberapa hari terakhir. Jemarinya pun sesekali menggeliat, memberi isyarat kehidupan. Ia seperti berusah memberitahu semua orang kalau ia sedang berusaha bangun, terutama keada suaminya yang selalu ia dengar suaranya. "Dok, ada respon," ucap seorang perawat, mencatat perubahan grafik di monitor. Dokter saraf yang memang sedang menghandle pasien stroke di tempat tidur yang lain, segera menghampiri Disti, menunduk memeriksa. "Dokter Dharren mana?" "Lagi makan kayaknya, do

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN