Bocil Sudah Bisa Ngambeg

2250 Kata

"Mama ... niiih ..." Rajasa menunjuk dengan jari mungilnya ke arah kolam renang di halaman belakang rumah eyang Nino. Cahaya matahari pagi menimpa permukaan air, memantulkan kilau biru yang berkilat - kilat seolah memanggilnya untuk masuk kolam, menikmati matahari pagi. Kata yang seharusnya 'itu' justru ia ucapkan sebagai 'ini'. Meski terdengar keliru, Ina mengerti maksud anaknya. Senyum lembut muncul di wajahnya. Ia teringat ucapan Papa Azki, bahwa setiap anak punya jalannya sendiri saat mereka tumbuh. Ada yang lebih dulu berjalan baru kemudian lancar bicara, ada juga sebaliknya. Rajasa termasuk yang cepat melangkah, tapi lidahnya masih belajar menyusun kata dan mengucapkannya dengan benar. Dan itu tidak membuatnya khawatir, justru, mendengar suara kecil itu sudah membuat hatinya penuh

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN