Lampu terang ruang operasi menusuk pandangan, suara monitor detak jantung berdenting pelan, teratur. Disti berbaring dengan napas sedikit terengah, namun masih bisa merasakan hangatnya genggaman tangan Dharren yang menunduk di sampingnya. Epidural sudah bekerja, separuh tubuhnya kebas. Ia sadar sepenuhnya ketika terdengar suara riuh singkat dari tim medis yang sudah mengeluarkan anak - anaknya. "Bayi lahir!" seru dokter obgyn dengan nada lega diiringi suara keras tangisan bayi. Tangisan keras bayi pecah, memenuhi ruangan. Disti langsung menangis juga, air matanya jatuh tanpa bisa ia tahan. Dharren mengecup kening istrinya, suaranya bergetar, "Anak kita, Sayang … anak kita lahir." Dua bayi kembar yang baru lahir itu langsung diperiksa dokter anak, kondisi mereka baik. Disti meminta untu

