Bab 94. Hati Yang Hangat

1309 Kata

Begitu mobil hitam itu memasuki area parkir rumah sakit, Adnan langsung mematikan mesin. Udara pagi masih segar, matahari belum terlalu terik, namun suasana di sekitar rumah sakit terasa sibuk. Banyak pasien hilir mudik bersama keluarga mereka, perawat yang tergesa dengan troli obat, hingga satpam yang sibuk mengatur lalu lintas kendaraan. Adnan turun lebih dulu, lalu dengan cekatan membuka bagasi. Dari dalam ia mengeluarkan sebuah stroller lipat yang sudah ia siapkan sejak semalam. Gerakannya sigap, teratur, seolah ia sudah terbiasa mengurus semua kebutuhan Ian. “Sayang, ayo turun. Biar Papa yang gendong ke stroller ya,” ujarnya lembut pada Ian yang masih duduk di car seat. Ian mengangguk kecil. Kaki kanannya yang masih digips tampak kaku, membuatnya agak kesulitan bergerak. Indira iku

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN