Bab 93. Sudah Siap, Sayang?

1202 Kata

Usai sarapan pagi itu, suasana meja makan mulai mereda. Gelas-gelas sudah kosong, piring-piring tersisa hanya remah roti dan potongan kecil buah. Oma Widya tampak puas melihat cucu dan cicitnya berkumpul, sementara Mama Olivia dengan lembut meminta ART membereskan meja. Indira melirik jam dinding. Sudah hampir waktunya kontrol Ian ke rumah sakit. Ia berdiri, lalu dengan cekatan membereskan barang-barang kecil yang dibutuhkan. Ada tas berisi obat, buku catatan medis, serta botol minum Ian. Senyum samar ia berikan pada Adnan yang masih menggendong putra mereka dengan penuh kasih sayang. “Mas, aku siap-siap dulu ya. Jangan lupa bawa surat rujukan dokter kemarin,” ujar Indira lembut. Adnan mengangguk sambil merapikan posisi Ian di gendongannya. “Iya, Indi. Semua sudah ada di tasku. Kamu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN