Udara malam semakin menusuk dingin ketika perahu merapat kembali ke dermaga. Lampu-lampu gantung yang tadi menyambut kini tampak redup, seakan ikut merasakan lelahnya malam. Adnan menggenggam tangan Indira lebih lama sebelum akhirnya perlahan melepaskannya, lalu membantu wanita itu turun. Indira tidak banyak bicara, hanya tersenyum tipis sembari merapatkan jas milik Adnan yang masih melekat di bahunya. Sementara Adnan, meski wajahnya tetap tenang, hatinya sedikit lega. Beban yang lama dipendam akhirnya keluar malam ini. Ia tahu, tidak cukup untuk menebus semua, tetapi setidaknya Indira sudah mendengar—dan itu membuat dadanya lebih lapang. Mereka berjalan menuju mobil yang diparkir tidak jauh dari dermaga. Adnan membuka pintu penumpang, mempersilakan Indira masuk lebih dulu. Setelah memas

