Bab 132. Rumah Yang Selalu Punya Cerita

1621 Kata

“Mas, kita langsung pulang ke rumah Oma ?” tanya Indira pelan sambil menatap ke luar jendela. Jalanan sore Surabaya mulai padat, matahari menurun perlahan di langit barat. Adnan melirik istrinya sekilas sebelum menjawab, “Sebelum itu, kita jemput Ian dulu di rumah ibu, ya. Tadi pagi kan dia minta ikut ke sana.” Indira tersenyum kecil, lelah di wajahnya perlahan tersapu oleh rasa rindu. “Iya, aku kangen juga sama bocah itu. Biasanya dia udah heboh video call dari siang.” Adnan terkekeh. “Tadi sempat nelpon aku. Katanya ‘Papa, jemput Kak Ian cepet ya, Ian udah wangi-wangi padahal belum mandi.’” Indira tertawa, matanya berkilat lembut. “Ya ampun, anak itu selalu bisa bikin suasana rame.” Mobil mereka berbelok ke jalan kecil yang menuju rumah Tria. Rumah sederhana dengan pagar hijau muda

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN