Bab 91. Malam Yang Menggelisahkan

1213 Kata

Jantung Indira masih berdegup kencang ketika ia akhirnya masuk ke kamar. Pipinya masih terasa panas, meski udara malam cukup menusuk dingin. Bayangan wajah Adnan, tatapan matanya yang dalam, serta bisikan "I love you" itu terus berputar di kepalanya, membuatnya sulit bernapas dengan normal. Ia melangkah pelan agar tidak membangunkan siapa pun. Di ranjang, Ian sudah terlelap, tubuh mungilnya meringkuk sambil memeluk guling kecil kesayangannya. Sementara ibunya, Bu Tria, tertidur dengan napas teratur di sisi lain. Indira berdiri sejenak di tepi ranjang, menatap keduanya. Ada rasa hangat di hatinya—ia bersyukur memiliki anak dan ibu yang selalu menjadi alasan terkuat untuk tetap bertahan. Namun malam ini, perasaan itu bercampur dengan sesuatu yang lebih rumit: ketakutan, harapan, juga kebin

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN