Bab 92. Pagi Yang Berbeda

1510 Kata

Cahaya matahari pagi menembus tirai tipis rumah mewah Oma Widya. Suasana yang biasanya tenang dan elegan, kali ini terdengar sedikit riuh. Para asisten rumah tangga saling berbisik sambil mengerjakan tugas mereka. Pasalnya, dua pria yang biasanya kalem dan terkesan cuek, sejak subuh sudah mondar-mandir di dapur dengan wajah berbinar—Adnan dan Darius. “Astaga, Den Adnan minta meja makan dihias bunga mawar segar,” gumam salah satu ART sambil tersenyum geli. “Belum lagi Den Darius tadi ribut soal menu omelet yang harus matang setengah, katanya mbak Yanna suka begitu,” timpal yang lain. Mereka semua masih belum terbiasa melihat dua pria itu begitu antusias, seperti anak kecil yang menunggu hadiah. Padahal keduanya dikenal tegas, dingin, dan jarang sekali ikut campur urusan dapur. Adnan, d

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN