Menghitung Hari

1112 Kata

Hari-hari terus berlalu tanpa terasa. Persiapan demi persiapan semakin gencar dilakukan mengingat acara tinggal menghitung hari. Kerepotan serta keributan kecil sempat terjadi. Akan tetapi itu hanya terjadi sebentar, setelahnya kembali akur seperti semula. Mengingat acara tinggal tiga hari lagi, Ayna sudah mengajukan cuti sesuai arahan dari Varrel. Selama libur dia bolak-balik ke butik, percetakan, bahkan ikut menyebar undangan ke keluaga besarnya. Undangan yang datang tiba-tiba itu mengagetkan semua pihak. Maka dari itu Ayna harus menjelaskan dari awal. "Capek!" "Nanti kamu mau ikut kasih undangan ke om Heri ngga, Na?" Tubuh Ayna yang baru saja beretemu empuknya sofa menoleh. Ditatapnya Ibra dengan wajah memelas. "Aku capek, Ayah. Sebenarnya bukan capek di perjalanan, tapi capek harus

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN