"Jadi, apa yang mau lo ceritain, Sa? Kenapa juga ngga bisa di lokasi?" "Karna gue belum siap semuanya berantakan." Laura menghela napas. Wanita itu menarik gelas berisi lemot tea pesanannya, lalu mengaduk sambil terus menatap sang lawan bicara di depannya. Entahlah, otak Laura rasanya belum sampai untuk menebak teka teki yang Allysa berikan. Karena masih tidak tahu mau memberi respon apa, dia diam menunggu Allysa melanjutkan kata-katanya. "Gue hamil." Dua kata singkat, namun sukses membuat Laura tersedak minumannya sendiri yang baru saja melewati tenggorokan. Reaksi Laura tidak mengagetkan bagi Allysa, justru dia sudah bisa menebak. Walaupun belum terlalu lama keduanya kenal, tetapi seiring berjalannya waktu mereka akrab dengan sendirinya. "Lo? Lo serius? Lo hamil, Sa? Demi apa?" tany

