"Mau ice cream?" Sebuah ice cream tiba-tiba terpampang di wajah Ayna. Bukannya langsung mengambil, Ayna lebih dulu menoleh mendongakkan wajah. Mendapati orang yang memberinya ice cream adalah Varrel dia tersenyum lalu menerimanya. Tanpa menunggu dipersilahkan Varrel duduk di samping Ayna. Varrel tidak langsung membuka obrolan, dia mengikuti Ayna yang kini lebih dulu membuka ice cream pemberiannya. Keduanya sama-sama diam menikmati ice cream rasa cokelat itu. "Aku nyuruh kamu ke sini ganggu apa engga?" "Engga terlalu. Toh ini weekend, saya sedikit santai." Kehadiran Varrel memang atas dasar permintaan Ayna. Tadi di taksi dia mengirim pesan pada pria itu untuk menemuinya di taman. Awalnya Ayna fikir Varrel tidak akan datang. Tapi siapa sangka beberapa menit berikutnya pria itu sudah sam

