Harus Bertanggung Jawab

1086 Kata

"Di mana Wildan?" Semua yang berada di dalam studio menoleh. Alhasil saat ini Ayna menjadi pusat perhatian. Sekilas Ayna menatap sati per satu orang yang menurutnya tidak asing. Karena dulu, Ayna sering sekali ke sini menemani Wildan–mantannya. "Eh, Ayna, tumben baru dateng ke sini lagi. Ke mana aja?" sapa seorang pria yang sedang memeganh kamera di tangannya. Pertanyaan basa-basi itu tidak Ayna gubris. Kedua matanya dengan jeli mencari di mana sosok lelaki yang ingin dia temui. Sejujurnya Ayna sangat malas berurusan dengan pria itu lagi. Bukan apa-apa, bertemu dan melihat wajah Wildan seperti menyenggol luka di hati yang belum kering sempurna. Terlebih ini weekend, dan nanti malam ada acara, bukankah seharusnya dia bersiap? "Rifqi, Wildan ada di sini atau engga? Gue ga ada waktu banya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN