"Saya terima nikah dan kawinnya Ayna Khallisa Aurellia binti Muhammad Ibra Firmansyah dengan mas kawin tersebut dibayar tunai." "Bagaimana para saksi?" "Sah!" Sahutan yang dibarengi ucapan syukur para tamu membuat hati Ayna yang duduk di ruang sebelah serasa mencelos. Bagaimana tidak, sejak tadi jantungnya sudah berdegup kencang bahkan sampai berkeringat dingin. Akan tetapi ketegangan Ayna langsung tergantikan rasa lega karena ijab qabul yang baru saja Varrel lontarkan berjalan mulus. Tanpa sadar Ayna menggenggam erat tangan Karina dan juga Agatha yang sejak tadi saling bertaut. Keduanya turut senang dan yang pasti lega mendengarnya. Proses sakral itu berjalan lancar tanpa ada hambatan sedikitpun. Kedua wanita itu kompak menatap haru Ayna, Karina juga dengan cekatan menyeka pelan air m

