"Apa gue harus mohon-mohon di kaki lo, Na? Cuma malam ini, Na, malam ini terakhir gue minta tolong sama lo. Permintaan gue ngga sulit, cuma satu, Ayna." "Dan itu ... akan menyelamatkan hidup gue." Allysa meraih tangan Ayna. Wanita itu baru saja ke luar dari dalam kamar mandi. Tetapi dengan sigap Allysa sudah menghadang. Sudah tidak ada waktu, hanya malam ini sebelum besok Ayna menikah. Beberapa kali Wildan juga sudah menghubungi, dia minta malam ini agar bisa bertemu Ayna. Walaupun di dalam hati tidak ikhlas, tetapi hanya ini cara agar Wildan mau bertanggung jawab. "Na, gu–" "Lo berisik! Kalau kedatangan lo ke sini cuma mau rusuhin gue lebih baik jangan datang. Gue capek debat sama lo, debat ga ada ujungnya. Sekali gue bilang ga mau, ya selamanya ga mau! Emang lo siapa berani nyuruh g

