"Varrel?" Entah sudah panggilan keberapa, yang jelas lebih dari tiga kali. Akan tetapi pria di depannya masih terlelap damai. Memang sih Ayna tidak membangunkan secara kasar, hanya memanggil. Tapi ... masa iya tidak kerasa? Karena lelah usahanya tidak membuahkan hasil wanita itu terdiam, tatapannya masih tertuju kepada wajah pria yang notabenya adalah suami. "Lucu kali ya kalau gue panggil dia Mas? Mas Varrel." Ayna terkekeh mendengar ucapannya sendiri. Masih penasaran, Ayna mulai menoel pipi Varrel sambil terus memanggil namanya. Setelah sekian lama menunggu, akhirnya usaha Ayna membuahkan hasil. Mata yang masih mengantuk membuat Varrel tidak langsung membuka mata sepenuhnya. Sambil mengumpulkan nyawa pria itu merentangkan kedua tangannya. "Varrel? Varrel, bangun!" "Varrel!" Varrel

